Keluarga Berperan Penting pada Tingkat Kesembuhan

Penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa kenal usia itu disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Penularannya sendiri melalui udara dan sebagian besar kuman TB berada di paru. Namun bisa juga terdapat di organ lain seperti otak, tulang, mata, dan sebagainya.

Setiap orang yang terhirup udara dari pasien TB pun bukan berarti langsung dapat didiagnosis tertular penyakit tersebut. Bagi orang yang memiliki daya imunitas lemah, saat dia terhirup udara yang mengandung kuman TB, maka dia berpotensi terjangkit penyakit TB. Sebab kuman TB akan mudah berkembang biak saat kondisi daya tahan tubuh lemah.

Gejala yang timbul dapat terlihat dari adanya batuk selama lebih dari tiga minggu, demam di malam hari, dan berat badan menurun. “Itu disebabkan karena energi yang masuk dalam tubuh digunakan oleh kuman untuk membelah diri. Jika paru sudah rusak dan begitu pula dengan pembuluh darah, bisa menyebabkan batuk berdarah, “ Jelas Dr. Maurits Marpaung, Sp. P, Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo.

Apabila ada gejala-gejala tersebut,disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan dengan dokter. Tahapannya dimulai dari pemeriksaan dahak, pemeriksaan radiologi, dan pemeriksaan darah. Jika dinyatakan positif, maka pasien TB harus segera diobati hingga dinyatakan sembuh.

Proses penyembuhannya melalui dua fase, pertama adalah fase intensif. Fase ini membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan,biasanya terjadi pada pasien yang baru mengidap penyakit TB. “Kita berikan obat yang lengkap dan rutin diminum setiap hari. Kemudian melakukan control ke dokter sekitar dua minggu sekali sambil melakukan evaluasi tahapan pemeriksaan lagi” katanya. Kedua adalah fase lanjutan yang masuk pada bulan keempat sampai enam. Pada fase ini jumlah obat yang diberikan kepada pasien sudah dikurangi. Meskipun hasil evaluasi  pemeriksaan membaik dan dinyatakan sembuh, pasien tetap harus melakukan control rutin dengan dokter. “ Sebab penyakit ini bisa saja kambuh kembali. Jadi yang paling penting  adalah menjaga daya imunitas tubuh agar tidak lemah,” ujarnya.

Beberapa cara bisa dilakukan untuk menjaga kondisi daya tahan tubuh yang baik seperti tidak stress berlebihan, konsumsi makanan bergizi, tidak begadang dan menghentikan kebiasaan merokok. “Jika pasien TB sudah dinyatakan sembuh, dia harus memulai pola hidup yang baik untuk menjaga daya imun tubuh. Sebab jika daya tahan tubuhnya rendah, mudah rentan untuk kambuh”, ungkapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menekankan untuk menekankan pengobatan yang bermula dari keluarga. Maurits meyakini, keluarga dapat menjadi unit terkecil untuk memulai proses penyembuhan TB. Dukungan keluarga sangat penting karena proses pengobatannya cukup lama. “bisa sekitar enam sampai Sembilan bulan. Bahkan ada yang hingga dua tahun apabila kuman TB sudah termasuk kebal obat, “ katanya.

Bantuan dari keluarga bisa berupa mengingatkan pasien untuk meminum obat secara teratur. Sebab banyak pasien yang malas dan melalaikan kewajiban ini. Bahkan anggota keluarga lain harus memastikan kalau pasien sudah meminum obatnya. “Keluarga berperan sebagai pengawas penelan obat. Banyak pasien yang kurang kesadaran untuk konsumsi obat, kadang obatnya bisa saja dibuang, “ujarnya. (Dina,KP)