Impian setiap manusia adalah hidup sehat, sejahtera, panjang umur, awet muda. Namun pada kenyataannya dengan bertambahnya usia kita maka kemampuan kita makin menurun,

Impian setiap manusia adalah hidup sehat, sejahtera, panjang umur, awet muda. Namun pada kenyataannya dengan bertambahnya usia kita maka kemampuan kita makin menurun, terutama berhadapan dengan masalah kesehatan dan proses penuaan. Hal tersebut adalah hal yang wajar dan alami yang harus dihadapi oleh setiap orang di dunia ini.

Namun alangkah baiknya jika kita dapat dengan sebaik mungkin menjaga kesehatan kita dan mencegah terjadinya penuaan dini akibat dari penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat kita hindari dengan menerapkan pola hidup sehat.
Menelusuri perjalanan dan perkembangan kesehatan, maka kita dapat melihat bahwa di jaman dahulu di mana teknologi dan perkembangan obat-obatan belum maju maka penyakit yang mendominasi adalah penyakit-penyakit infeksi. Banyak sekali pasien yang meninggal akibat penyakit infeksi yang masih belum dapat diatasi dengan baik karena keterbatasan obat-obatan maupun vaksin. Di era sekarang ini, penyakit-penyakit infeksi mulai mengalami penurunan karena telah banyak ditemukan obat-obatan seperti antibiotik, anti virus, serta berbagai macam vaksin yang dapat mencegah terjadinya infeksi akibat penularan.

Macam penyakit saat ini telah bergeser terutama ke arah penyakit metabolik degeneratif seperti obesitas (kegemukan), diabetes mellitus (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), dislipidemia (kolesterol tinggi), asam urat tinggi, penyakit jantung koroner, stroke, Alzheimer, Parkinson, gagal ginjal, reumatik, kanker dan lain-lain.

Penyakit metabolik degeneratif ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, keturunan, berat badan, pola makan, gaya hidup sedenter (kurang aktivitas). Dari berbagai macam faktor tersebut ada yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, ras, dan keturunan. Namun faktor-faktor seperti berat badan, pola makan (diet), gaya hidup merupakan faktor yang dapat dimodifikasi.

merdeka

Jadi sasaran kita adalah faktor-faktor tersebut.

  1. Berat badan, merupakan faktor resiko bagi penyakit metabolik degeneratif di mana pada penyakit diabetes merupakan pendukung terjadinya resistensi insulin, juga merupakan gambaran indeks massa tubuh yang tidak ideal yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit cardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), juga berperan pada penyakit arthritis (radang sendi) yaitu khususnya jenis osteoarthritis (yang paling sering menyerang sendi lutut yang merupakan sendi penopang berat badan). Dengan memodifikasi berat badan mencapai indeks massa tubuh yang ideal dapat mengurangi resiko penyakit-penyakit tersebut.
  2. Pola makan (diet). Di jaman sekarang makanan sangat bervariatif dan cenderung lebih mementingkan faktor rasa dan kenikmatan dibandingkan dari segi gizi dan kesehatan. Penggunaan banyak pengawet, pewarna, perasa bahkan yang bukan untuk makanan dihalalkan untuk tujuan rasa dan sedap dipandang. Diet kita sebaiknya mengurangi makanan-makanan yang mengandung asam lemak jenuh dan asam lemak trans yang dapat meningkatkan LDL kolesterol dalam darah. Di mana sumber makanan yang banyak mengandung asam lemak tersebut terutama adalah lemak hewani , yaitu lemak yang bersumber dari daging dan produk olahannya termasuk produk olahan susu seperti mentega, keju dll. Produk trans fat terkandung pada produk olahan seperti margarine, biscuit, snack2. Produk hewani yang baik dan dapat dikonsumsi adalah jenis ikan yang mengandung asam lemak tak jenuh yang justru dapat menurunkan kadar kolesterol. Perbanyak konsumsi produk nabati, berupa sayur, biji2an, buah.
  3. Gaya hidup, dengan kemajuan teknologi segala sesuatu menjadi lebih mudah. Dengan alat transportasi kita dapat pergi ke manapun dengan mudah, tinggal duduk di mobil dan sampai. Serta banyak hal lain yang mempermudah kehidupan kita yang membuat kita sering lupa untuk mengolahragakan tubuh kita. Walaupun segala hal menjadi lebih mudah kita tetap harus mengolahragakan tubuh kita. Olahraga dapat melancarkan peredaran darah baik ke organ vital seperti otak dan jantung maupun ke seluruh organ lain, membakar lemak, membentuk otot, melatih kerja jantung. Sehingga dapat memperbaiki fungsi nutrisi dan oksigenasi pada organ-organ tubuh. Prinsip dasarnya adalah olahraga dilakukan secara rutin dengan intensitas yang cukup, misalnya dengan 30-60 menit 3 kali seminggu, namun juga harus disesuaikan dengan usia, kemampuan dan penyakit yang telah ada. jadi olahraga pada orang yang sehat dan yang telah menderita diabetes berbeda, demikian juga antara orang yang masih muda dan yang sudah lanjut usia. Selain olahraga teratur juga diperlukan istirahat yang cukup baik dalam hal kuantitas maupun kualitas.
  4. Kebiasaan-kebiasaan yang buruk sebaiknya dikurangi atau dihindari seperti merokok, konsumsi alkohol, penyimpangan penggunaan obat baik seperti NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) maupun penggunaan obat berlebihan pada penyakit (tidak tepat indikasi dan dosis, tanpa resep dokter)
  5. Melakukan pemeriksaan rutin (general check up) untuk mengetahui profil kesehatan kita serta untuk memantau (follow up) hasil terapi yang telah dilakukan. Contoh pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah :
    • Darah rutin : untuk mengetahui gambaran sel-sel darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit), kadar hemoglobin, dan gambaran umum adanya kelainan dalam tubuh.
    • Urine rutin : penyaring adanya kelainan ginjal, infeksi saluran kemih, penyakit hati, diabetes.
    • SGOT/SGPT : mengetahui gambaran sederhana fungsi hati. Penyaring adanya penyakit hati akut maupun kronis
    • Profil lemak, terdiri dari kolesterol total, trigliserida, HDL, LDL : mengetahui kadar dan komposisi lemak darah
    • BUN dan kreatinin : untuk penyaring adanya kelainan fungsi ginjal
    • asam urat : untuk mengetahui kadar asam urat darah
    • Gula darah puasa dan 2 jam setelah makan : untuk mengetahui kadar gula darah dan sebagai penyaring adanya penyakit diabetes
    • ECG (rekam jantung) : penyaring adanya kelainan jantung
    • Foto Thorax : mengetahui adanya penyakit paru dan gambaran radiologis jantung
  • Pap smear : untuk deteksi dini penyakit kanker mulut rahim

    Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin kita dapat mengetahui secara lebih dini bila timbul adanya kelainan sehingga dapat dilakukan penatalaksanaan yang lebih cepat sebelum terjadinya kelainan yang sudah terlanjur parah dan makin sulit diterapi.

Dengan berusaha melakukan hal-hal tersebut diharapkan kita dapat menjaga kesehatan kita dan merdeka dari penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat kita hindari.

merdeka

 

 

 

 

 

 


Mari kita bersama-sama berusaha menjaga kesehatan kita, menjadi lebih sehat, awet muda, sejahtera dan dapat menikmati hidup dengan lebih baik.

MERDEKA !!!!

 

sumber: www.pramita.co.id